Lima Menit saja

Pada suatu hari seorang wanita duduk di taman di samping seorang laki-laki.

Wanita itu menunjuk seorang anak laki-laki, “itu anakku.”

Anak itu sedang bermain di papan luncuran.

“Wah bagus sekali” kata laki-laki itu. “Itu anakku” ia menunjuk anak laki-laki yang bermain ayunan.

Setelah cukup lama laki-laki itu melihat arlojinya kemudian mengajak anaknya untuk pulang.

Namun, anaknya merengek “5 menit lagi ya Pa?”

Laki-laki itu mengangguk. Lima menit berlalu. Kemudian ia mengajak anaknya untuk pulang.

Lagi-lagi anaknya merengek “5 menit lg ya pa?”

Laki-laki itu lagi-lagi mengangguk. Wanita yang duduk di sampingnya kagum dan memuji betapa sabarnya dia sebagai seorang ayah. Laki-laki kemudian bercerita tentang anaknya yang lebih tua, terbunuh selagi bersepeda di dekat situ. Ia tak pernah meluangkan waktu untuk anaknya. Ia bernazar tidak akan mengulanginya lagi terhadap anaknya yang kedua.

“Mungkin anak saya pikir dia mendapatkan tambahan waktu bermain, tapi sayalah yang dapat tambahan waktu untuk bersamanya dan menikmati waktu bahagia dengannya.

Hidup ini bukanlah lomba. Hidup adalah membuat prioritas. Berikanlah tambahan waktu 5 menit pada orang yang kita kasihi. Pasti kita tak akan menyesal selamanya. Prioritas apa yang Anda miliki saat ini?

Ini adalah hal yang baik

Cerita bermula tentang seorang raja di afrika yang memiliki teman dekat yang juga teman sepermainan semasa kecil. Sang Teman mempunyai sebuah kebiasaan melihat setiap kejadian dalam hidupnya baik positif mau negatif dengan sepatah kata “ini hal yang baik”.

Suatu hari sang Raja dan temannya itu pergi berburu ke hutan. Seperti biasanya temannya akan mengisi dan menyiapkan senapan berburu buat sang Raja. Rupanya tanpa sengaja sang Teman membuat kelalaian ketika menyiapkan salah sebuah senapan tersebut. Sebab begitu raja mengambil senapan meletuslah senapan itu dan ibu jari sang Raja pun tertembak.

Melihat kejadian itu, seperti biasanya pula sang Teman berujar, “ini adalah hal yang baik!”

tetapi apa jawab sang Raja?

“Tidak, ini bukan hal yang baik!” dan saat itu juga sang Raja langsung memenjarakan temannya.

Sekitar setahun kemudian, sang Raja pergi berburu di sebuah daerah yang seharusnya tidak dijelajahi. Di sana orang-orang kanibal pemakan manusia pun menangkap sang Raja dan membawanya ke kampung mereka. Mereka mengikat sang Raja, menyusun kayu bakar, menaikkan sebuah pancang dan menyeretnya ke tiang itu. Begitu mereka mendekat untuk menghidupkan api unggun, mereka baru menyadari kalau ibu jari tangan sang Raja hilang satu. Sesuai kepercayaan mereka yang selama ini tak pernah memakan orang yang tidak lengkap organ tubuhnya, maka mereka pun melepaskan ikatan tangan sang Raja dan membebaskannya.

Begitu tiba di istana, sang Raja teringat kembali kejadian yang telah membuatnya kehilangan ibu jari tangannya dan merasa penyesalan yang dalam atas perlakuannya kepada temannya dahulu. Ia pun segera menuju penjara untuk menemui temannya.

“Engkau benar”, ujar sang raja. “Memang hal yang baik kalau ibu jari saya tertembak.”

Dan raja pun menceritakan kepada temannya semua telah dialaminya. Dan karena itulah aku sangat menyesal telah memenjarakanmu begitu lama. Sungguh tidak pantas aku memperlakukanmu demikian rupa.

“Tidak”, jawab temannya, “Begitu juga baik.”
“Apa maksudmu mengatakan bahwa ini hal yang biasa juga? Baik apanya kalau aku telah memenjarakan teman sendiri selama satu tahun?”
“Kalau hamba tidak dipenjara, hamba pasti akan bersama paduka ketika paduka ditangkap kanibal-kanibal itu, dan nasib hamba tentu lebih buruk lagi.”

Pesan : HIDUP LEBIH BERARTI BILA PANDAI MENGAMBIL HIKMAHNYA.

Hidup Adalah Pilihan

Ada 2 bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar, aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku”… Dan bibit itu pun tumbuh, makin menjulang…

Bibit yang kedua berguman, “Aku takut, jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah di sana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak! Akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.” Dan bibit itupun menunggu dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi dan menaploknya segera.

Memang selalu ada saja pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun sering kali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah itu dengan gagah.. Dan karena hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijak…

“Berbohong adalah dosa.” ^_^

Semangkuk Bakmi Panas

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”
”Ya, tetapi, aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

“Ada apa nona?” tanya si pemilik kedai.
“Tidak apa-apa, aku hanya terharu” jawab Ana sambil mengeringkan air matanya. “Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi, tetapi, ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata, “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Ana, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu
berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tidak memakannya sekarang”.

Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

Seringkali kita menganggap pengorbanan mereka merupakan suatu proses alami yang biasa saja; tetapi kasih dan kepedulian orang tua kita adalah hadiah paling berharga yang diberikan kepada kita sejak kita lahir.

Gadis kecil dan Kotak Emas

Di sebuah keluarga miskin, seorang ayah tampak kesal pada anak perempuannya yang berusia tiga tahun. Anak perempuannya baru saja menghabiskan uang untuk membeli kertas kado emas untuk membungkus sekotak kado.

Keesokan harinya, anak perempuan itu memberikan kado itu sebagai hadiah ulang tahun pada sang Ayah.

“Ini untuk ayah,” kata anak gadis itu.

Sang ayah tak jadi marah. Namun, ketika ia membuka kotak dan mendapatkan isinya kosong, meledaklah kemarahannya.

“Tak tahukah kau, kalau kau menghadiahi kado pada seseorang, kau harus memberi sebuah barang dalam kotak ini!”
Anak perempuan kecil itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Ia berkata terisak-isak, “Oh ayah, sesungguhnya aku telah meletakkan sesuatu ke dalam kotak itu.”
“Apa yang kau letakkan ke dalam kotak ini? Bukankah kau lihat kotak ini kosong?” bentak ayahnya.
“Oh ayah, sungguh aku telah meletakkan hampir ribuan ciuman untuk ayah ke dalam kotak itu,” bisik anak perempuan itu.

Sang ayah terperangah mendengar jawaban anak perempuan kecilnya. Ia lalu memeluk erat-erat anak perempuannya dan meminta maaf.

Konon, orang-orang menceritakan bahwa, pria itu selalu meletakkan kotak kado itu di pinggir tempat tidurnya sampai akhir hayat. Kapan pun ia mengalami kekecewaan, marah atau beban yang berat, ia membayangkan ada ribuan ciuman dalam kotak itu yang mengingatkan cinta anak perempuannya.

Dan sesungguhnya kita telah menerima sebuah kotak emas penuh berisi cinta tanpa pamrih dari orang tua, istri/suami, anak, pasangan, teman dan sahabat kita. Tak ada yang lebih indah dan berharga dalam hidup ini selain cinta.

Disadur dari: Ana Lucia, A Little Girl and The Golden Box

I need U Moody…

Aduuuhh,,,, kepalaku migrain lagi, hikz…. ada apa di dalam kepalaku ini, sakiit.
aahh,,,, jadi terasa monoton, tak ada tantangan, aku bosan dan bosan lagi selalu begini dan begitu. Mengapa manusia tak pernah merasa puas?? selalu ingin lebih??
ini lah yang kurasa saat ini, aku butuh sesuatu yang baru, aku ingin impianku, aku ingiin,,,,!!
antara mimpi dan realita, logika dan perasaan?? mengapa kadang selalu bertentangan??
aku ingin pulang tapi aku juga ingin pergi sejauh mungkin. sebuah keajaiban, mungkin akan datang tanpa disangka-sangka dan membuatku harus mengorbankan segalanya. Haaghh…. hari ini memang terasa sangat melelahkan, belum sembuh migrainku malah ditambah sakit perut.
sedihnya lagi,, aku harus merasakan lebaran di jakarta, haah!!
3 tahun kurasa takkan lama, setelah itu aku bebas kembali, tapiii…. 3 tahun yang akan datang sudah berapa umur ku.. uumm,,, tapi gpp sih,, lumayan waktu 3 tahun buat nabung segalanya mudah-mudahan bisa. jelas semua mengalir dengan planning yang ga karuan. kapan kau datang moody??? aku menunggumu

aku gag ngerti..

Entah mengapa… sudah beberapa minggu ini aku merasa capek banget,,,
huufff,,,, segalanya sudah aku pertahankan, tapi ternyata sampai beginilah akhirnya…
aku harus kembali menulis di blog ini untuk sekedar curhat. seseorang yang dekat denganku, bahkan sudah ku anggap seperti kakak kandung sendiri telah membuat aku kecewa padanya. secepat itu pikirannya berubah terhadapku. diam tanpa kata,,,oughhh,,,menyebalkan, punya mulut, tidak bisu tapi ,,,,
Tuhan,,, tolong aku…

Disillusionment

Tuhan…
Aku berjalan menyusuri malam
Setelah patah hatiku

Itu lirik lagunya So7, hhmm… aneh!!
Sangat unik dan ough,,
sangat tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Aku yakin feelingku tidak pernah salah
Semua adalah kebohongan alasan

Karma atau pembalasan??
Perasaan siapa kah yang tidak ku hargai??
Kumohon maaf kan aku
Untuk mu, orang yang tidak kuhargai perasaannya

Jika diberikan kesempatan untuk kedua kali pun
Takkan aku mengulangnya lagi, sumpah!
Tak dapat dipercaya
Menunggu dan kecewa

Takkan ku menangis, takkan ada air mata dan kesedihan. Sudah kucukupkan semua. Yang ku tahu hidup adalah kebahagiaan bersama orang yang bisa membuatku tertawa.

Berjalan tanpa rencana, ku tak bisa. Mengalir seperti air, ya,,, air yang mengalir menjadi genangan yang terhenti dalam sunyi dan kegelapan.

Bagai bayang-bayang yang mengikut dalam terang
Tapi dalam gelap, kemanakah bayangan itu pergi??

Bukan kepura-puraan, kepalsuan
Hanya dirimu saja namun kau tak bisa

Menyalahkanku, tak pernah mengerti aku
Coba pahami lagi, tak dapat rasakan berbuat

Aku wanita, selayaknya istimewa

“ Ketika kehidupan memberimu seribu alasan untuk menginginkan sesuatu, ketahuilah bahwa Allah memiliki sejuta tau akan kebutuhanmu. Awali hari ini dengan rasa syukur dan keikhlasan, nikmati setiap waktu yang berdetak dengan istiqomah dan keikhlasan dan akhiri kelelahan hari ini kelak dengan senyuman dan keikhlasan. Semoga Allah ridho dengan segala kerja keras yang telah kita lakukan.. amiiin”

capek, kesel.. Rasanya pengen marah. haRi ini ak beTe baNgeT, ga tau knapa?? sebenernya banyak hal yang pengen aku critakan, tapi aku ga tau harus ngomong ke siapa. sepertinya kepercayaanku pada seseorang mulai pudar. seandainya bisa, ingin rasanya ku ulang masa itu. tapi jelas ga mungkin, smua telah terlewati. pilihan hidup telah membuat smua harus dipertanggungjawabkan. tak semestinya ada kata penyesalan. senang atau tidak, ak ak tetap berjalan

moedik euy..

hem..ngomongin mudik uda pasti bkal ktmu org2 trdahulu kalo dah mpe rumah. seneng uda pasti, bisa ktmu org2 yg drindukan. tpi ada yg beda, dan ak ga suka. abiz ujan tiaaap hari.hehe.. pdhl kusuka ujan, tp kalo tiap hari jgn dech..
kangen pengen balik kjgja, kangen dgn smuanya. skrg ku lg duduk ddpn rumah smbil liatin org2 yg tak kukenal dgn ksibukan mreka masing2. hikz..
oia.. buat smuanya met idul fitri 1429H. smg kta kmbli suci.. amin?

« Entri lama Entri Lebih Baru »